Seminar IT

Maros-STMIK Handayani Makassar bekerja sama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kabupaten Maros  menggelar seminar IT bertema Literasi Digital di Era 5.0. Kegiatan yang juga bisa diikuti Via Zoom ini berlangsung di Aula KUA Kecamatan Bantimurung Maros, Selasa (26/10/2021).

Seminar IT dilaksanakan secara Blanded dengan menggabungkan antara Online Zoom dan Offline. Peserta yang ikut secara offline kurang lebih 60 orang dan 100 orang mengikuti acara ini secara online

“Kegiatan ini dalam Rangka Pelaksanaan Pengabdian pada Masyarakat sebagai Bagian dari tri darma Perguruan Tinggi

Terkait hal itu, Ketua STMIK Handayani Makassar Nasrullah, yang hadir saat kegiatan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan APRI Kabupaten Maros, terutama Kemenag yang telah memilih lembaga pendidikannya untuk memberikan kontribusi pengetahuan dalam seminar IT ini.

Sementara Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Maros Abd. Rasyid, berharap kegiatan ini bukan yang terakhir dikerjasamakan, tapi adalah awal dari kegiatan-kegiatan lanjutan yang bisa dikolaborasikan dengan instansi lain. Seperti halnya dengan STMIK Handayani Makassar ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang sampai ke tingkat Nasional. Tentu saja karena dengan kerja sama. Dengan itu akan banyak solusi yang bisa diatasi atas Tupoksi yang embankan kepada para Penghulu. Kegiatan kerja sama semacam ini juga bisa membuka kran kesempatan baru. Ini luar biasa. Saya harap kegiatan kerja sama seperti ini bisa dilanjutkan”,ungkap Abd. Rasyid di Bantimurung.

“Ini kegiatan sangat penting. Ke depan, pemenuhan Tupoksi akan mengarah dan berbasis IT. Tuntutan sekarang, kita dipaksa untuk terus belajar, terutama terkait perkembangan IT. Kita harus bisa menyesuaikan”, lanjutnya.

Sementara Kepala Bidang Urais Bimsyar Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Tonang yang hadir sebagai keynote speaker mengungkapkan bahwa terkait perkembangan IT dan digitalisasi, Penghulu harus bisa menyesuaikan diri.

“Hari ini semua layanan terkait dengan IT, digitalisasi. Ini semua merubah cara berpikir dan sistem berinteraksi masyarakat. Ini menjadi penting bagi Penghulu untuk mengambil sikap dan bisa menyesuaikan diri”,jelasnya.

Muhammad Tonang melanjutkan bahwa terkait digitalisasi layanan di Kemenag sudah dijalankan dengan berbagai aplikasi layanan, seperti halnya SIMKAH dan eBI. Tetapi, menurutnya penting bagi para Penghulu dan insan Kemenag untuk terus mengupdate pengetahuan, terutama terkait perkembangan IT.

Sementara narasumber kegiatan ini yakni Hazriani, Dosen Pascasarjana STMIK Handayani Makassar yang juga merupakan lulusan Kyushu University Fukuoka Jepang. Hazriani menyampaikan kepada para peserta seminar tentang keamanan data pribadi di era digital.

Copy Right:

©Haki Cipta Nomor : 000324957 Tahun 2022, By: Abdul Latief Arda:
LPPM Universitas Handayani Makassar.

CONTACT US